Cara Menggunakan Indikator Bollinger Band Yang Benar

Cara menggunakan Indikator Bollinger Band Dalam menganalisa pergerakan sebuah market, kita tentu tidak terlepas dengan yang namanya Analisa. Tanpa sebuah analisa, trading bisa dikatakan sebagai gambling atau judi. Nah, dalam menganalisa kita tentu memerlukan sebuah tool ataupun indikator. Tool dalam forex trading dapat berupa chart, candle, metatrader dan sebagainya. Sedangkan Indikator dalam forex sangat beragam, baik macam dan jenisnya. Setiap kali anda menginstal sebuah metatrader, anda akan menjumpai berbagai macam jenis indikator yang masing masing mempunyai fungsi tersendiri. Perlu anda ketahui bahwasanya Kita juga dapat menggunakan custom Indikator atau yang biasa disebut dengan Indikator modifikasi. Semua kembali kepada anda, mana yang membuat anda nyaman silahkan digunakan dan mana yang menurut anda sulit untuk digunakan silahkan di abaikan.

Cara membaca Indikator Bollinger Band

Cara Membaca Indikator Bollinger Band

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi panduan penggunaan Indikator Bollinger band. Bollinger band atau biasa disebut dengan “BB” adalah sebuah indikator yang berfungsi sebagai penentu arah trend. Apakah market sedang trending atau ranging. Selain itu Indi ini juga dapat digunakan untuk menentukan titik jenuh buy (overbought) dan juga titik jenuh sell (Oversold). Apakah indikator ini cukup powerful dalam memberikan signal? Jawabannya adalah YA. Anda perlu tahu bahwa ada bahkan banyak sekali trader yang menggunakan indikator ini dan berhasil meraih profit yang konsisten. Semua tergantung kepada anda, apabila anda menggunakannya dengan benar tidak sangat besar kemungkinannya anda akan berhasil. Semua tentu tidak terlepas dari kedisiplinan dan ketaatan pada rule dan manajemen yang baik. 

Bollinger Band Sebagai Penentu Arah Trend

Ada 3 jenis trend dalam trading forex. Trend Up, Trend Down, dan Ranging. Trend Up terjadi ketika kecenderungan harga bergerak naik. Trend Down terjadi ketika kecenderungan harga bergerak turun. Sedangkan ranging terjadi ketika harga tidak bergerak secara signifikan atau harga hanya bereaksi di area tertentu saja. Ketiga jenis trend tersebut dapat diidentifikasi menggunakan bolinger band dengan memperhatikan ketiga garis yang ada. Terdapat 3 garis MA (Moving average) pada indi ini, dimana garis tersebut terdapat diatas, dibawah dan ditengah.

Trend UP

Pada trend harga UP, dicirikan degan ketiga garis yang mengarah ke atas dan harga (candle) berada diatas garis tengah BB. Untuk lebih jelasnya silahkan anda perhatikan gambar berikut ini;


Bollinger Band Trend Up Image

Trend DOWN

Pada trend Down, dicirikan dengan garis yang mengarah ke bawah dan harga (candle) berada dibawah garis tengah BB. Silahkan anda perhatikan gambar berikut ini;


Bollinger Band Trend Down Picture

Ranging

Istilah lain dari Ranging adalah “Sideways”, artinya harga tidak sedang mengalami trending UP maupun Trending DOWN, melainkan harga cenderung tidak bergerak secara signifikan. Dalam market ranging, dicirikan dengan garis MA atas dan MA bawah yang menyempit dan ketiga garis yang semuanya datar. Silahkan anda perhatikan tanda merah di gambar dibawah ini;


Bollinger Band Ranging Image

Kesimpulan: Karakteristik yang paling menonjol yang membedakan market sedang mengalami trending dan ranging adalah menyempit atau melebarnya garis BB. Semakin lebar garis MA BB berarti diasumsikan trend yang sedang terjadi sangatlah kuat. Sebaliknya, apabila garis MA pada BB menyempit, maka diasumsikan bahwa trend harga masih lemah atau ranging sideways. Jika garis BB menyempit (ranging) biasanya akan terjadi pergerakan yang panjang (baik Up maupun Down).

Selain itu, dari garis MA pada BB (atas dan bawah) dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi overbought dan oversold (titik jenuh harga). Dimana ketika harga mencapai garis atas BB diasumsikan overbought dan ketika harga mencapai garis bawah BB diasumsikan oversold. Untuk lebih jelasnya silahkan anda perhatikan gambar dibawah ini;

Bollinger Band Overbought oversold image

Keterangan:
Tanda berwarna biru: Overbought
Tanda berwarna merah: Oversold

Demikian pembahasan mengenai cara menggunakan dan membaca indikator Bollinger Band. Semoga dengan adanya artikel ini, anda mendapatkan stigma baru dalam memaksimalkan hasil trading anda dan dapat lebih konsisten.

Artikel menarik lainnya

2 comments

Sampaikan comments
Samsul
AUTHOR
November 9, 2016 at 11:56 AM delete

dalam melihat BB ini trader harus bias memahami ranging yang terjadi untuk bisa melihat peluang profit untuk melihat apakah masih sideway aatu harga sudah jenu, meskipun indikator ini jarang dipergunakan dalam trading di octafx namun tetap dipelajari sevagai usaha menambah wawasan yang baik

Reply
avatar
centrofx id
AUTHOR
January 24, 2017 at 3:55 PM delete

dalam memahami indikator bolinger band memang di lihatnya sangat sulit untuk kita lakukan dan pahami, dan kita harus bisa memahami indikator tersebut agar lebih baik lagi dan tidak sia sia dalam menjalankan trading nya serta bisa mendapatkan peluang untuk bisa mendaptakan profit untuk bisa dapatkan bersama centroFX

Reply
avatar